Encapsulated Retinol, Retinol, Retinoid: Pilih yang Mana?

Waktu pertama kali aku mencoba mempelajari dengan teliti terms dalam produk skincare, aku pernah bingung perbedaan Encapsulated Retinol, Retinol, dan Retinoid.

Yang aku tahu, aku hanya mau beli produk “Retinol“. Tapi waktu baca informasi produknya, ternyata jenis Retinol lumayan beragam dan bikin aku bingung. Apa kalian sama seperti aku? Kalau kalian juga bingung, bisa simak penjelasannya di bawah ya!

Apa itu Retinol?

Retinol adalah salah satu turunan vitamin A yang biasanya digunakan dalam produk skincare sebagai bahan aktif untuk anti-aging (mengatasi kerutan dan garis halus) dengan meningkatkan produksi kolagen. Seperti yang kita tahu, kolagen sangat diperlukan kulit untuk menjaga kepadatan dan elastisitasnya. Nah, kolagen ini akan mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Maka dari itu, diperlukan produk untuk menjaga dan membantu meningkatkan produksi kolagen, seperti Retinol.

Selain untuk mencegah dan mengatasi penuaan, Retinol juga berfungsi untuk mengatasi jerawat dan hiperpigmentasi yang menyebabkan warna kulit yang tidak merata. Retinol mampu membersihkan kotoran, tumpukan minyak, dan keringat yang menyumbat pori-pori, sehingga menjaga pori-pori tetap bersih.

Uniknya, Retinol ini bekerja dengan menebalkan dan menipiskan kulit secara bersamaan. Retinol menipiskan lapisan kulit luar dan secara bersamaan merangsang produksi kolagen dan elastin. Nah, hal inilah yang membuat Retinol bisa mengatasi warna kulit yang tidak merata.

Apa itu Retinoid?

Retinoid dan Retinol merupakan bahan aktif yang sejenis dan sama-sama turunan dari Vitamin A. Fungsi dari Retinoid sama dengan Retinol, hanya saja Retinoid diklaim efeknya lebih kuat daripada Retinol. Hal ini yang membuat tidak banyak produk berbahan aktif Retinoid beredar di pasaran dan beberapa membutuhkan resep dokter. Salah satu jenis Retinoid yang ada di pasaran dan sempat booming, yaitu Adapelene dengan kandungan 0.1%.

Lalu, Apa itu Encapsulated Retinol?

Beberapa bahan aktif murni seperti Retinol termasuk dalam senyawa yang rentan dan tidak stabil, sehingga mudah terpengaruh dan dipecah oleh oksigen, sinar UV, dan panas. Maka dari itu, penggunaanya cenderung kurang maksimal didalam kulit dan bahkan bisa memberikan efek samping yang merusak kulit.

Encapsulated Retinol sederhananya adalah molekul Retinol yang dibungkus dengan teknologi enkapsulasi. Teknologi ini membungkus bahan aktif Retinol dengan lapisan pelindung. Jadi, kandungan Retinol bisa diserap oleh kulit secara lembut dan mudah serta memungkinkan untuk menembus lebih dalam ke lapisan kulit dengan aman. Hal ini diharapkan bisa menjaga stabilitas bahan aktif Retinol agar tidak reaktif dan teroksidasi karena pengaruh oksigen, panas, dan sinar UV. Sehingga mengurangi efek samping seperti kemerahan dan kulit kering.

Lapisan pelindung dalam Encapsulated Retinol terdiri dari molekul asam lemak dan lipid dimana keduanya dapat larut seiring berjalannya waktu. Retinol akan aktif ketika keduanya sudah larut, sehingga Retinol dapat bekerja didalam kulit agar memberikan efek secara maksimum.

Produk Encapsulated Retinol ini lebih ramah untuk dipakai pemula, kulit kering, dan sensitif.

Baiknya Pilih yang Mana?

Menurut aku pribadi, baik itu Retinoid, Retinol, dan Encapsulated Retinol memiliki fungsi yang sama hanya saja terdapat perbedaan dalam ketersediaan, efek samping, dan periode waktu untuk menikmati hasilnya.

Dalam memilih antara ketiganya, kalian harus mempertimbangkan jenis, sensitifitas, dan kondisi kulit terkini kalian. Kalau perlu kalian bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli dermatologis agar bisa mendapatkan saran pemilihan produk Retinol yang sesuai beserta konsentrasinya.

Biasanya untuk pemula atau orang yang memiliki kulit kering dan sensitif, lebih disarankan untuk memilih Retinol daripada Retinoid karena kandungannya yang lebih ringan dan ketersediannya yang lebih banyak di pasaran. Sedangkan Retinoid itu kandungannya lebih kuat sehingga efeknya diklaim lebih cepat, tapi kebanyakan harus melalui resep dokter.

Kalau kalian ingin produk yang lebih gentle dan meminimalisir efek samping, kalian bisa memilih Encapsulated Retinol. Waktu aku pribadi mencari produk Retinol, sering banget aku menemukan Retinol yang sudah dalam bentuk Encapsulated Retinol. Mungkin karena Encapsulated Retinol dinilai bekerja lebih efesien dan dapat mencegah adanya pengaruh dari sinar UV, panas, dan oksigen yang telah disebutkan sebelumnya.

Sebenarnya produk skincare bisa mengandung Retinol dan Encapsulated Retinol sekaligus yang kemudian menjadi kombinasi untuk mengatasi lapisan luar dan dalam kulit. Tapi, penggunaan produk jenis tersebut akan kembali lagi ke efek samping dari penggunaan Retinol itu sendiri yang reaktif dan mudah oksidasi. Maka dari itu, penggunaan Encapsulated Retinol saja sebenarnya sudah cukup.

fss retinol serum 0.15%

Pengalaman pribadiku, aku mencoba produk Retinol dengan konsentrasi yang sangat rendah karena kulit wajahku sensitive acne prone skin. Produk yang aku pakai sekarang, yaitu “Retinol Serum 0.15%” dari FSS. Produk ini mengandung 0.15% Pure Retinol dan 1.5% Encapsulated Retinol. Selain itu, dia juga mengandung Ceramide III yang menjaga skin barrier, melembabkan kulit, dan membantu kulit dalam mentoleransi Retinol. Kemudian, aku menggunakan moisturizer yang mengandung Hyaluronic Acid dan Ceramide seperti “5X Ceramide Barrier Repair Moisture Gel” dari Skintific untuk membantu menghidrasi kulit dan memberikan efek calming.

Aku menggunakan sistem Skin Cycling dimana aku mengaplikasikan Retinol setiap 4 hari sekali. Awalnya memang timbul jerawat tapi tidak menimbulkan kering, kemerahan, dan iritasi sama sekali. Setelah penggunaan 2 minggu, kulitku sudah kembali aman. Untuk hasil lebih optimal, bisa dilihat dalam jangka waktu 3-6 bulan.

Kalau kalian penasaran dengan Skin Cycling, kalian bisa baca di artikel ini: Apa Benar Skin Cycling Cocok untuk Pemula?

Tips Memilih dan Menggunakan Produk Retinol

Untuk memilih dan menggunakan produk Retinol, kalian bisa mempertimbangkan beberapa tips di bawah ini:

  1. Bagi pemula, kebanyakan dokter kulit menyarankan penggunaan Retinol dengan konsentrasi 0.25%-1% setiap 2-3 kali seminggu. Setelah sebulan dan dirasa kulit tidak mengalami iritasi, kalian bisa secara bertahap meningkatkan frekuensi penggunaannya. Kalau kulit kalian sudah bisa mentoleransi, Retinol bisa digunakan setiap malam.
  2. Gunakan Retinol seukuran biji kacang polong. Hindari area wajah yang sensitif, seperti sekitar mata, samping cuping hidung, dan bibir.
  3. Disarankan untuk menggunakan Retinol di malam hari sebab kulit akan lebih sensitif terhadap sinar matahari karena Retinol menipiskan lapisan luar kulit yang akan membuat kulit lebih mudah terbakar. Gunakan sunscreen di pagi harinya setiap kali menggunakan Retinol.
  4. Tidak disarankan untuk menggunakan 2 produk yang mengandung Retinol di waktu yang sama karena memungkinkan timbulnya kemerahan dan iritasi.
  5. Hindari menggunakan Retinol dengan bahan aktif lainnya seperti AHA dan Vitamin C.
  6. Retinol disarankan untuk digunakan dengan produk yang mendukung fungsi dari Retinol itu sendiri, seperti yang berhubungan dengan growth factors and stem cells yang banyak ditemukan di moisturizer atau serum (sebaiknya memang gunakan moisturizer setelah pengaplikasiaan Retinol). Produk yang memiliki kandungan Hyaluronic Acid dan Ceramides akan work well dengan Retinol karena keduanya mampu menghidrasi kulit dan melindungi skin barrier.
  7. Produk Retinol yang juga mengandung Peptide baik untuk mengoptimalkan peremajaan kulit karena bisa meningkatkan produksi kolagen dalam kulit, sehingga dapat mendorong regenerasi sel, meratakan warna kulit, dan mengencangkan kulit.
  8. Kalau kulit kalian berjerawat, kalian bisa menggunakan produk Retinol yang juga mengandung Niacinamide agar bisa mengatasi jerawat secara optimal dengan mengurangi minyak berlebih dan peradangan serta iritasi.
  9. Kalau kulit menjadi lebih kering setelah penggunaan Retinol, disarankan untuk mengurangi penggunaannya menjadi setiap 3-4 hari sekali.
  10. Kalau kondisi kulit sudah parah dan Retinol dirasa tidak mempan, kalian bisa konsultasi ke dokter kulit untuk mungkin mencoba Retinoid. Biasanya Retinoid yang diresepkan dokter sekitar 0.018%-0.05%.

Rekomendasi Produk Retinol

Berikut merupakan beberapa rekomendasi produk Retinol yang bisa kalian temukan dengan mudah:

  1. FSS Retinol Serum 0.15%
  2. The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane
  3. Pratistia Retinol Renewal Serum
  4. Elsheskin Retinol Rejuvenating Night Serum
  5. Azarine Retinol Smooth Glowing Serum
  6. Somethinc Level 1% Encapsulated Retinol
  7. Wardah Renew You Intensive Serum
  8. Whitelab Retinoid Care Serum
  9. Avoskin Miraculous Retinol Ampoule

Informasi lebih lengkap mengenai rekomendasi produk Retinol diatas bisa dilihat dalam gambar berikut:

rekomendasi produk retinol

Kalian bisa mempelajari lebih lanjut mengenai masing-masing produk Retinol di marketplace mereka serta konsultasi dengan dokter atau ahli dermatologis agar bisa mendapatkan Retinol yang benar-benar sesuai dengan kulit kalian ya!

Sekarang sudah enggak bingung lagi kan tentang Retinol? Kalau kalian suka artikel ini, kalian bisa share artikel ini. Kalau kalian punya saran yang membangun, bisa langsung reach out yah! Thanks!

Scroll to Top